MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
A.PENGERTIAN MANUSIA
Pengertian
Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain,
oleh karena itu manusia senantiasa membutuhkan interaksi
dengan manusia yang lain.
Seorang Antropologi Indonesia yaitu Koentjaraningrat menyatakan bahwa masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat terus menerus, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Pandangan yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat tersebut menegaskan bahwa di dalam masyarakat terdapat berbagai komponen yang saling berinteraksi secara terus menerus sesuai dengan sistem nilai dan sistem norma yang di anutnya. Interaksi antar komponen tersebut dapat terjadi antara individu dengna individu, antara lain individu dengan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok.
Seorang Antropologi Indonesia yaitu Koentjaraningrat menyatakan bahwa masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat terus menerus, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Pandangan yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat tersebut menegaskan bahwa di dalam masyarakat terdapat berbagai komponen yang saling berinteraksi secara terus menerus sesuai dengan sistem nilai dan sistem norma yang di anutnya. Interaksi antar komponen tersebut dapat terjadi antara individu dengna individu, antara lain individu dengan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok.
B.PENGERTIAN HAKEKAT MANUSIA
Menurut bahasa, hakikat berarti kebenaran
atau sesuatu yang sebenar-benarnya atau asal segala sesuatu. Dapat juga
dikatakan hakikat itu adalah inti dari segala sesuatu atau yang menjadi jiwa
sesuatu. Dikalangan tasawuf orang mencari hakikat diri manusia yang sebenarnya,
karena itu muncul kata-kata diri mencari sebenar-benar diri. Sama dengan
pengertian itu mencari hakikat jasad, hati, roh, nyawa, dan rahasia.
Manusia
adalah makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah swt.
Kesempurnaan yang dimiliki manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas
mereka sebagai khalifah di muka dumi ini.Dikitab suci menerangkan bahwa manusia berasal dari tanah.
Jadi hakekat manusia adalah kebenaran atas diri manusia itu sendiri sebagai
makhluk yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Hakekat Manusia Menurut Pandangan Umum Ialah
Sebagai Berikut:
Pembicaraan manusia dapat ditinjau dalam berbagai perspektif, misalnya
perspektif filasafat, ekonomi, sosiologi, antropologi, psikologi, dan
spiritualitas Islam atau tasawuf, anatar lain :
A. Dalam
perspektif filsafat.
Disimpulkan bahwa manusia merupakan hewan yang
berpikir karena memiliki nalar intelektual. Dengan nalar intelektual itulah
manusia dapat berpikir, menganalisis, memperkirakan, meyimpulkan,
membandingkan, dan sebagainya. Nalar intelektual ini pula yang membuat manusia
dapat membedakan antara yang baik dan yang jelek, antara yang salah dan yang
benar.
1.
Hakekat Manusia
Pada saat-saat
tertentu dalam perjalanan hidupnya, manusia mempertanyakan tentang asal-usul
alam semesta dan asal-usul keber-ada-an dirinya sendiri. Terdapat dua
aliran pokok filsafat yang memberikan
jawaban atas pertanyaan tersebut, yaitu Evolusionisme
dan Kreasionisme (J.D. Butler, 1968). Menurut
Evolusionisme, manusia adalah hasil puncak dari
mata rantai evolusi yang terjadi di
alam semesta. Manusia sebagaimana halnya alam
semesta ada dengan sendirinya berkembang dari alam itu
sendiri, tanpa Pencipta. Penganut aliran ini antara lain Herbert Spencer,
Charles Darwin, dan Konosuke Matsushita. Sebaliknya, Kreasionisme
menyatakan bahwa asal usul manusia sebagaimana halnya alam semesta adalah
ciptaan suatu Creative Cause atau Personality, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Penganut aliran ini antara lain Thomas Aquinas . Memang kita
dapat menerima gagasan tentang adanya proses
evolusi di alam semesta termasuk pada diri
manusia, tetapi tentunya kita menolak pandangan
yang menyatakan adanya manusia di alam semesta semata-mata sebagai hasil
evolusi dari alam itu sendiri, tanpa Pencipta.
2.
Wujud dan Potensi Manusia.
Wujud Manusia. menurut penganut aliran Materialisme
yaitu Julien de La Mettrie bahwa esensi
manusia semata-mata bersifat badani, esensi
manusia adalah tubuh atau fisiknya. Sebab itu, segala hal yang
bersifat kejiwaan, spiritual atau rohaniah dipandangnya hanya
sebagai resonansi dari berfungsinya badan
atau organ tubuh. Tubuhlah yang mempengaruhi jiwa. Contoh: Jika ada
organ tubuh luka muncullah rasa sakit. Pandangan hubungan
antara badan dan jiwa seperti itu dikenal
sebagaiEpiphenomenalisme (J.D.Butler,1968). Bertentangan dengan gagasan
Julien de La Metrie, menurut Plato salah seorang penganu
aliran Idealisme bahwa esensi manusia bersifat kejiwaan/spiritual/rohaniah.
Memang Plato Tidak mengingkari adanya aspek badan, namun menurut
dia jiwa mempunyai kedudukan lebih tinggi
daripada badan.
b.
Dalam Perspektif Ekonomi.
Dalam perspektif ekonomi, manusia adalah makhluk
ekonomi, yang dalam kehidupannya tidak dapat lepas dari persoalan-persoalan
ekonomi. Komunikasi interpersonal untuk memenuhi hajat-hajat ekonomi atau
kebutuhan-kebutuhan hidup sangat menghiasi kehidupan mereka.
c.
Dalam Perspektif Sosiologi.
Manusia adalah makhluk social yang sejak
lahir hingga matinya tidak pernah lepas dari manusia lainnya. Bahkan, pola
hidup bersama yang saling membutuhkan dan saling ketergantungan menjadi hal
yang dinafikkan dalam kehidupan sehari-hari manusia.
d.
Dalam Perspektif Antropologi.
Manusia adalah makhluk antropologis yang
mengalami perubahan dan evolusi. Ia senantiasa mengalami perubahan dan
perkembangan yang dinamis.
e.
Dalam Perspektif Psikologi.
Manusia adalah makhluk yang memiliki jiwa.
Jiwa merupakan hal yang esensisal dari diri manusia dan kemanusiaannya. Dengan
jiwa inilah, manusia dapat berkehendak, berpikir, dan berkemauan.
C. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Kepribadian
bangsa timur dapat diartikan suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang
menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Kepribadian bangsa timur
pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi yang tinggi.
Kepribadian bangsa timur, kita tinggal di Indonesia termasuk ke dalam bangsa
timur, dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Di dunia bangsa timur
dikenal sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat.
Bangsa timur identik dengan
benua asia yang penduduknya sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo matang
dan adapula yang berkulit putih, bermata sipit. Sebagian besar cara berpakaian
orang timur lebih sopan dan tertutup mungkin karena orang timur kebanyakan
memeluk agama islam dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku. Namun di
zaman yang sekarang ini orang timur kebanyakan meniru kebiasaan orang barat.
Kebiasaan orang barat yang tidak sesuai atau bertentangan dengan kebiasaan
orang timur dapat memengaruhi kejiwaan orang timur itu sendiri.
Pada umumnya kepribadian
bangsa timur adalah sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi
selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada. Namun
walaupun kita sudah tahu banyak tentang kepribadian bangsa Timur kita tidak
bisa selalu beranggapan bahwa kebudayaan bangsa Timur lebih baik dari bangsa
Barat. Karena semua hal pasti ada sisi positif dan negatifnya. Tidak ada di
dunia ini yang sepenuhnya baik.
Kepribadian Bangsa Timur
·
Hospitality
maksud dari sifat tersebut menunjukkan bahwa bangsa timur memiliki sifat
yang ramah dan sopan serta mudah bersosialisasi dengan bangsa lainnya. Sikap
peduli terhadap lingkungan sekitar membuat bangsa timur mudah bergaul berbeda
dengan bangsa barat yang cenderung hidup lebih individualis.
·
Hardworking
pekerja kera merupan sifat yang tidak bisa dianggap remeh. Bangsa Timur
dikenal dengan orang-orangnya yang tidak mudah menyerah, rajin dan bersungguh
sungguh saat melakukqan sesuatu apalagi yang berhubungan dengan pekerjaan.
·
Religius & Well-cultured
Bangsa timur juga terkenal karena keragaman ras dan kebudayaan. Tidak hanya
menang kuantitas, hal utama yang menjadi pedoman hidup bangsa timur adalah
tradisi dan agama. Karena keterikatan dengan adat dan budaya menjadikan
pembatas individu-individu bangsa timur untuk mencapai potensi maksimalnya.
·
Respect for Elders
Bangsa timur dikenal dengan kesopanannya dan menjunjung tinggi norma
kesopanan. Adat yang berlaku di lingkungna bangsa timur sangat berpengaruh
terhadap kesopanan orang-orangnya.
·
Diligent
Karena bangsa timur dikenal pekerja keras dan rajin ini menyebabkan bangsa
timur cerdas dan pantang menyerah.
·
Attached to Norms
Sebagai bangsa timur, dikenal amat menjunjung tinggi norma-norma. Bangsa
timur cenderung judgemental menyangkut hal-hal yang bertentangan dengan norma.
·
Strong family Ties
Kebanyakan orang-orang bangsa timur sangat bergantung pada keluarganya.
Keluarga menjadi factor utama dalam hal mempertimbangkan banyak hal seperti
urusan jodoh dan karir.
D.PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Pengertian kebudayaan secara
umum adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk
memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Definisi kebudayaan menurut para ahli:
1. Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks,
yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum,
adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang
sebagai anggota masyarakat.
2. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi
bentuk teknologi sosial, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang
kesemuanya merupakan warisan sosial.
3. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan,
tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan
milik diri manusia dengan relajar.
4. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil
perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang
merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan
kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan
kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa
devinisi kebudayaan
1. Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia
sangat beragam
2. Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui
pelajaran
3. Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen
biologi, psikologi dan sosiologi
4. Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam
aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budaya daerah dan budaya nasional
Sifat kebudayaan:
1. Etnosentis
2. Universal
3. Alkuturasi
4. Adaptif
5. Dinamis (flexibel)
6. Integratif (Integrasi)
E.UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
adat sendiri terdiri dari beberapa faktor dimulai dari
sistem bahasa, system keilmuah, kerakyatan, alat2 hidup, agama, serta kesenian.
1.Bahasa
Kebahasaan merupakan suatu pengucapan elok pada bentuk elemen tradisi yang bisa membuat guna perantara utama untuk manusia untuk dapat melanjutkan atau mengadaptasikan tradisi. Ada dua jenis versi bahasa yaitu bahasa ucapan serta bahasa tulisan.
Kebahasaan merupakan suatu pengucapan elok pada bentuk elemen tradisi yang bisa membuat guna perantara utama untuk manusia untuk dapat melanjutkan atau mengadaptasikan tradisi. Ada dua jenis versi bahasa yaitu bahasa ucapan serta bahasa tulisan.
2.Metode pengetahuan
Metode pengetahuan membahas ke ilmu pembelajaran terkait situasi alam di wilayah orang2 serta perilaku sifat peralatan yang dipakainya. Metode pengetahuan mencakupi bagian pengetahuan terkait alam disekelilingnya, flora serta fauna, waktu, ruang serta lingkaran, watak serta adab dengan orang2, serta sebagainya.
Metode pengetahuan membahas ke ilmu pembelajaran terkait situasi alam di wilayah orang2 serta perilaku sifat peralatan yang dipakainya. Metode pengetahuan mencakupi bagian pengetahuan terkait alam disekelilingnya, flora serta fauna, waktu, ruang serta lingkaran, watak serta adab dengan orang2, serta sebagainya.
3.Sistem masyarakat atau organisasi sosial
jaringan Sosial merupakan organisasi kerakyatan yakni
membernya merasa kebersamaan dengan sesamanya. Struktur kemasyarakatan atau
organisasi sosial meliputi: persatuan, asosiasi serta perhimpunan, metode
kenegaraan, system persatuan hidup, perkumpulan.
4. metode peralatan hidup serta teknologi
total semua teknik yang dimiliki sekelompok orang2.
tersusun dari semua cara melakukannya serta berbuat. Perihal ini berkenaan
dengan perkumpulan serta pemrosesan resep mentah guna dibentuk suatu media
kerja, pakaian, alat transportasi serta kebutuhan lainnya layaknya benda
material.
5. Sistem mata pencaharian hidup
Yaitu semua daya rakyat untuk mendapatkan barang serta
jasa yang diinginkan. Sistem mata penghidupan atau system ekonomi yang berupa,
perburuan serta mengumpulkan makanan, bertani, peternakan, bisnis.
6. Sistem religi
Diartikan yaitu suatu mekanisme yang teratur antara
keyakinan serta praktek keagamaan yang berkaitan bersama hal-hal suci serta
tidak terkira oleh akal. Sistem keagamaan terhimpun atas, system kepercayaan,
system nilai serta keseharian hidup, pembicaraan keagamaan, serta kegiatan
keagamaan.
7. ImuKesenian
Kesenian dapat dimaknai berupa semua keinginan manusia
pada keindahan. Bentuk keindahan yang beraneka ragam itu timbul dari
penglihatan imajinasi yang dapat menyumbangkan kebahagiaan mental untuk
manusia. Scara garis besar, kita bisamampu memetakan rupa seni dalam tiga
jenis, yaitu seni rupa, seni suara serta seni tari.
F.WUJUD KEBUDAYAAN
Sehabis menjelaskan ulasan mengenai arti serta Jenis
adat istiadat, perlu dipahami lebih jauh yaitu wujud dari tradisi. Terdapat 3
wujud tradisi yang akan jelaskan, yakni adalah:
1.Gagasan
Persepsi merupakan suatu pola pemikiran. Pola
pemikiran yang tercipta dari kumpulan ide-ide yang bersifat abstrak. Bentuk
adat istiadat ini berada pada alam pendirian masyarakat. Persepsi masyarakat
pada apa yang terlihat serta diamati juga dijalani pada kehidupan sehari-hari.
Andai ide itu dituliskan dalam tulisan maka bentuk
ideal suatu tradisi terletak di dalam tulisan yang telah ditulis. Misalnya
yaitu bahwa masyarakat daerah terpencil atau masyarakat desa masih mempercayai
perkara yang sifatnya paranormal, seperti meyakini nyatanya benda keramat dll.
2.Aktifitas
Aktifitas yakni perbuatan atau tindakan yang dilakukan
oleh rakyat. Keaktifan masyarakat terbentuk pada mekanisme|tatanan|system|}
sosial, sebab itu orang2 saling berhubungan serta beraktivitas bersama orang2
lainnya sejalan dengan adat istiadat serta kebiasaan. Kegiatan bersifat
subtansial yang hanya diamati serta disebar luaskan.
3.Hasil Budaya
Hasil budaya adalah suatu warisan yang merupakan hasil
karya cipta, benda atau fisik. Hasil budaya bersifat paling factual diantara
dua wujud yang lainnya. Hal demikian dikarenakan adanya persepsi yang
dituangkan pada pekerjaan sehari-hari dapat membentuk suatu pengaruh atau
perolehan yang dapat dinikmati, dimengerti serta didokumentasikan dengan nyata.
G.ORIENTASI NILAI BUDAYA
Kluckhohn dalam Pelly (1994)
mengemukakan bahwa nilai budaya merupakan sebuah konsep
beruanglingkup luas yang hidup dalam alam
fikiran sebahagian besar warga suatu masyarakat, mengenai apa yang paling
berharga dalam hidup. Rangkaian konsep itu satu sama lain saling berkaitan dan
merupakan sebuah sistem nilai – nilai budaya.
Secara fungsional
sistem nilai ini mendorong individu untuk
berperilaku seperti apa yang ditentukan. Mereka
percaya, bahwa hanya dengan berperilaku seperti itu
mereka akan berhasil (Kahl, dalam Pelly:1994). Sistem nilai itu menjadi pedoman
yang melekat erat secara emosional pada diri seseorang atau sekumpulan orang,
malah merupakan tujuan hidup yang diperjuangkan. Oleh karena itu, merubah
sistem nilai manusia tidaklah mudah, dibutuhkan waktu. Sebab, nilai – nilai
tersebut merupakan wujud ideal dari lingkungan
sosialnya. Dapat pula dikatakan bahwa
sistem nilai budaya suatu
masyarakat merupakan wujud
konsepsional dari kebudayaan mereka, yang seolah – olah berada
diluar dan di atas para individu warga masyarakat itu.
Ada lima masalah pokok kehidupan
manusia dalam setiap kebudayaan yang dapat ditemukan secara universal. Menurut
Kluckhohn dalam Pelly (1994) kelima masalah pokok tersebut adalah: (1) masalah
hakekat hidup, (2) hakekat kerja atau karya manusia, (3) hakekat kedudukan
manusia dalam ruang dan waktu, (4) hakekat hubungan manusia dengan alam
sekitar, dan (5) hakekat dari hubungan manusia dengan manusia sesamanya.
Berbagai
kebudayaan mengkonsepsikan masalah
universal ini dengan berbagai variasi
yang berbeda – beda. Seperti masalah
pertama, yaitu mengenai hakekat hidup manusia. Dalam banyak
kebudayaan yang dipengaruhi oleh agama Budha misalnya, menganggap hidup itu
buruk dan menyedihkan. Oleh karena itu pola kehidupan masyarakatnya berusaha
untuk memadamkan hidup itu guna mendapatkan nirwana,
dan mengenyampingkan segala
tindakan yang dapat menambah rangkaian hidup kembali
(samsara) (Koentjaraningrat, 1986:10). Pandangan seperti ini
sangat mempengaruhi wawasan dan makna
kehidupan itu secara keseluruhan. Sebaliknya banyak kebudayaan yang
berpendapat bahwa hidup itu baik. Tentu konsep – konsep kebudayaan yang berbeda
ini berpengaruh pula pada sikap dan wawasan mereka.
Masalah kedua mengenai hakekat kerja
atau karya dalam kehidupan. Ada kebudayaan yang memandang bahwa kerja itu
sebagai usaha untuk kelangsungan hidup (survive) semata. Kelompok ini kurang
tertarik kepada kerja keras. Akan tetapi ada juga yang menganggap kerja untuk
mendapatkan status, jabatan dan kehormatan. Namun, ada yang berpendapat bahwa
kerja untuk mempertinggi prestasi. Mereka ini berorientasi kepada prestasi
bukan kepada status.
Masalah ketiga mengenai orientasi
manusia terhadap waktu. Ada budaya yang memandang penting masa lampau, tetapi
ada yang melihat masa kini sebagai focus usaha dalam perjuangannya. Sebaliknya
ada yang jauh melihat kedepan. Pandangan yang berbeda dalam dimensi waktu ini
sangat mempengaruhi perencanaan hidup masyarakatnya.
Masalah keempat berkaitan dengan kedudukan
fungsional manusia terhadap alam. Ada yang percaya bahwa alam itu dahsyat dan
mengenai kehidupan manusia. Sebaliknya ada yang menganggap alam sebagai
anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk dikuasai manusia. Akan tetapi, ada juga
kebudayaan ingin mencari harmoni dan keselarasan dengan alam. Cara pandang ini
akan berpengaruh terhadap pola aktivitas masyarakatnya.
Masalah kelima menyangkut hubungan
antar manusia. Dalam banyak kebudayaan hubungan ini tampak dalam bentuk
orientasi berfikir, cara bermusyawarah, mengambil keputusan dan bertindak.
Kebudayaan yang menekankan hubungan horizontal (koleteral) antar individu,
cenderung untuk mementingkan hak azasi, kemerdekaan dan kemandirian seperti
terlihat dalam masyarakat – masyarakat eligaterian. Sebaliknya kebudayaan yang
menekankan hubungan vertical cenderung untuk mengembangkan orientasi keatas
(kepada senioritas, penguasa atau pemimpin). Orientasi ini banyak terdapat
dalam masyarakat paternalistic (kebapaan). Tentu saja pandangan ini sangat
mempengaruhi proses dinamika dan mobilitas social masyarakatnya.
Inti permasalahan disini seperti
yang dikemukakan oleh Manan dalam Pelly (1994) adalah siapa yang harus
mengambil keputusan. Sebaiknya dalam system hubungan vertical keputusan dibuat
oleh atasan (senior) untuk semua orang. Tetapi dalam masyarakat
yang mementingkan kemandirian individual, maka
keputusan dibuat dan diarahkan kepada masing – masing individu.
Pola orientasi nilai budaya yang
hitam putih tersebut di atas merupakan pola yang ideal untuk masing – masing
pihak. Dalam kenyataannya terdapat nuansa atau variasi antara
kedua pola yang ekstrim itu yang
dapat disebut sebagai pola transisional. Kerangka Kluckhohn
mengenai lima masalah dasar dalam hidup yang menentukan orientasi nilai budaya manusia
dapat dilihat pada tabel dibawah ini
Tabel Skema Kluckhohn: Lima Masalah Dasar Yang
Menentukan Orientasi
Nilai Budaya Manusia
|
Masalah Dasar Dalam Hidup
|
Orientasi
Nilai Budaya
|
||
|
Konservatif
|
Transisi
|
Progresif
|
|
|
Hakekat Hidup
|
Hidup itu buruk
|
Hidup itu baik
|
Hidup itu sukar tetapi harus diperjuangkan
|
|
Hakekat Kerja/karya
|
Kelangsungan hidup
|
Kedudukan dan kehormatan / prestise
|
Mempertinggi prestise
|
|
Hubungan Manusia Dengan Waktu
|
Orientasi ke masa lalu
|
Orientasi ke masa kini
|
Orientasi ke masa depan
|
|
Hubungan Manusia Dengan Alam
|
Tunduk kepada alam
|
Selaras dengan alam
|
Menguasai alam
|
|
Hubungan Manusia Dengan Sesamanya
|
Vertikal
|
Horizontal/ kolekial
|
Individual/mandiri
|
H.PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Perubahan kebudayaan adalah
perubahan yang terjadi dikarenakan adanya ketidaksesuaian terhadap unsur-unsur
budaya. Perubahan kebudayaan biasanya terjadi karena adanya ketidakserasian
terhadap fungsi yang ada pada kehidupan. Seiring dengan berkembangnya zaman
maka perubahan kebudayaan akan terus terjadi, hal ini dikarenakan perubahan
kebudayaan terjadi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Perubahan kebudayaan merupakan cara
baru dalam upaya perbaikan terhadap bagaimana masyarakat dapat memenuhi
kebutuhannya. Perubahan kebudayaan mencakup berbagai hal mulai dari kesenian,
teknologi, ilmu pengetahuan, bahkan sistem kemasyarakatan. Para ahli
mengemukakan pendapat mengenai pengertian perubahan kebudayaan. Berikut ini
pengertian perubahaan kebudayaan menurut para ahli.
1. Samuel Koenig
Samuel Koenig mengemukakan pendapatnya bahwa perubahan
kebudayaan yaitu suatu cara untuk memodifikasi hal yang ada pada pola-pola
kehidupan manusia. Adapun terjadinya sebuah modifikasi disebabkan karena faktor
internal maupun eksternal.
2. Selo Soemardjan
Selo Soemardjan mengemukakan pendapatnya bahwa
perubahan kebudayaan adalah semua perubahan yang terjadi pada lembaga
kemasyarakatan yang dapat mempengaruhi suatu sistem sosial, baik itu sikap,
nilai-nilai, maupun pola perilaku seseorang yang ada diantara kelompok dalam
masyarakat.
3. John Lewin Gillin dan John Philip Gillin
Menurut John Lewin Gillin dan John Phillip Gillin,
perubahan kebudayaan adalah cara hidup yang bervariasi yang terjadi karena
disebabkan oleh perubahan kondisi geografis termasuk ideologi , komposisi
penduduk.
Itulah pengertian perubahan kebudayaan secara umum dan
menurut para ahli. Perubahan kebudayaan terjadi disebabkan karena adanya
beberapa faktor. Pembahasan selanjutnya faktor yang mendorong terjadinya
perubahan kebudayaan.
Faktor Terjadinya Perubahan Kebudayaan
Terjadinya perubahaan kebudayaan tentunya disebabkan
karena ada faktor yang mendorong terjadinya perubahan tersebut. Faktor yang
mempengaruhi perubahan kebudayaan meliputi faktor internal dan juga eksternal.
Berikut ini penjelasan lengkap mengenai faktor internal dan juga faktor
eksternal terjadinya perubahan kebudayaan.
Faktor internal terjadinya perubahan kebudayaan yaitu
sebagai berikut:
- Terjadinya perubahan demografis. Perubahan itu mencakup perubahan ukuranm struktur, dan juga distribusi penduduk. Contoh dari perubahan demografis yaitu kelahiran, kematian, dan juga migrasi.
- Adanya penemuan baru baik itu ide ataupun alat, atau dapat juga menyempurnakan penemuan baru tersebut dan memperbaharui ataupun mengganti yang ada.
- Adanya konflik sosial di dalam masyarakat. Dengan adanya konflik sosial maka dapat merubah suatu kepribadian orang yang ada pada bagian masyarakat tersebut. Contohnya seseorang yang tiba-tiba menjadi pendiam, tidak mau bersosialisasi dengan orang lain.
- Adanya pemberontakan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya perubahan kebudayaan pada struktur pemerintahan.
Faktor eksternal terjadinya perubahan kebudayaan yaitu
sebagai berikut:
- Terjadinya peperangan merupakan faktor eksternal terjadinya perubahan kebudayaan. Dengan adanya peperangan maka akan terjadi perubahaan unsur-unsur budaya pada suatu negara baik dalam unsur ekonomi, sistem pengetahuan, teknologi, bahasa, kesenian ataupun sistem kemasyarakatan.
- Faktor eskternal kedua yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan yaitu adanya pengaruh budaya lain. Adanya pengaruh budaya lain biasanya lebih mudah terjadi pada masyarakat yang terbuka, karena masyarakat terbuka dapat lebih mudah menerima adanya unsur budaya lain. Contoh dari adanya pengaruh budaya lain yaitu adanya hubungan antara dua bangsa yang dapat saling mempengaruhi seperti terjadinya akulturasi, difusi (penyebaran kebudayaan). dan juga proses bertemunya antar budaya yang menghasilkan suatu budaya baru akan tetapi tidak melihat budaya lama (Asimilasi).
- Terjadinya perubahan alam dapat mempengaruhi juga perubahan kebudayaan. Maksud dari perubahan alam yaitu perubahan lingkungan fisik yang disebabkan karena bencana alam misalkan gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, dll. Dengan terjadinya suatu bencana alam maka akna terjadi banyak perubahan pada kehidupan seperti perpindahan tempat tinggal maka mau tidak mau mereka harus saling menyesuaikan hal tersebut memicu terjadinya perubahan kebudayaan
I .KAITAN
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Manusia
dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam
kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan
kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya
tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah
diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Kebudayaan berasal dari kata budaya
yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi
Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan
dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia,
sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun
kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan
bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.
Secara sederhana hubungan antara
manusia dengan kebudayaan ketika manusia sebagai perilaku kebudayaan,dan
kebudayaan tersebut merupakan objek yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia
Di dunia sosiologi manusia dengan
kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal,maksudnya walaupun keduanya berbeda
tetapi merupakan satu kesatuan yang butuh,ketika manusia menciptakan
kebudayaan,dan kebudayaan itu tercipta oleh manusia.
Contoh-Contoh Hubungan Antara Manusia dengan
Kebudayaan
1) Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
Contoh: Adat-istiadat melamar di Lampung dan
Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak permpuan yang melamar sedangkan di
Lampung, pihak laki-laki yang melamar.
2) Cara hidup di
kota dan di desa yang berbeda ( urban dan rural ways of life)
Contoh: Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan
seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan
berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak
desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai ( sense
of value)
3) Di masyarakat
dapat dijumpai lapisan sosial yang kita
kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah. Misalnya cara
berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan cara mengisi waktu
senggang. Masing-masing kelas mempunyai kebudayaan yang tidak sama,
menghasilkan kepribadian yang tersendiri pula pada setiap individu.
4) Kebudayaan
khusus atas dasar agama
Adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun melahirkan
kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya.
5) Kebudayaan
berdasarkan profesi
Misalnya: kepribadian seorang dokter berbeda dengan
kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana
kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh lain seorang militer mempunyai
kepribadian yang sangat erat hubungan dengan tugas-tugasnya. Keluarganya juga
sudah biasa berpindah tempat tinggal.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar