Senin, 19 Oktober 2020
PENYAKIT-PENYAKIT AKIBAT DARI KERJA BERDASARKAN K3
Rabu, 07 Oktober 2020
Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Proses Pembangunan Gedung Bertingkat
A. Alat Standar K3 Penunjang dalam Pekerjaan
Pada Proses Pembangunan Gedung Bertingkat
1. Tangga
Jatuh dari ketinggian
merupakan penyebab utama kematian para pekerja konstruksi dan kontraktor dan
penggunaan tangga yang tidak tepat merupakan penyebab utama jatuh dari
ketinggian.
2. Full Body
Harness
Full body
harness berfungsi sebagai alat
pelindung jatuh perseorangan saat bekerja di ketinggian dan penggunaannya lebih
dianjurkan dibanding safety beltterutama
jika Anda bekerja di ketinggian lebih dari 1,8 meter.
Hal ini dikarenakan full body
harness memiliki kelebihan dengan tali pengaman yang bisa
melindungi seluruh tubuh pekerja sehingga kemungkinan cedera akibat hentakan
saat jatuh sangat kecil. Sayangnya meski manfaatnya sangat besar sebagai alat
pelindung jatuh, masih banyak pekerja yang mengabaikan penggunaannya, mulai
dari cara penggunaan, pemeriksaan, hingga perawatannya. Penyebabnya bisa karena
kurangnya pengetahuan, pelatihan, atau pengalaman pekerja.
3. Perancah
Menurut Occupational Safety and Health
Administration(OSHA), diperkirakan sekitar 2,3 juta pekerja
konstruksi melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan perancah. Dengan begitu,
banyak juga pekerja yang berpotensi mengalami sejumlah bahaya terkait perancah
seperti terjatuh, tertimpa jatuhan benda, dan tersengat aliran listrik. Dengan banyaknya pekerja yang
berpotensi terkena bahaya saat menggunakan perancah, maka penerapan keselamatan
penggunaan perancah perlu menjadi prioritas. Perancah harus dipasang oleh
pekerja yang ahli di bawah pengawasan orang yang kompeten dan perancah telah
diperiksa dengan benar sebelum digunakan. Perancah yang sesuai dan aman harus
disediakan untuk semua pekerjaan berisiko tinggi saat bekerja di ketinggian.
4. Pelindung Kepala
· Helm proyek harus standar ANSI Z.89.1-2014 atau minimal standar SNI atau MSA Import.
· Model helm adalah V-Guard dan dilengkapi dengan tali dagu karet serta model
otomatis untuk mengencangkan suspensi helm.
· Helm dilarang untuk dicat (karena akan bersenyawa dengan cat) dan dilarang
ditulis dengan spidol.
· Catat tanggal pembelian pada bagian dalam helm dan di buku catatan.
· Masa pakai helm paling lama adalah 5 tahun setelah itu harus diganti baru.
· Helm yang rusak atau terkena dampak (kejatuhan benda) harus diganti.
· Cek kondisi helm minimal setiap 2 minggu sekali, ganti bila cacat atau rusak.
5. Pelindung Kaki
· Sepatu keselamatan harus standar ANSI Z.41-1999 atau minimal standar SNI 7079-2009
dan SNI 0111-2009.
· Sepatu untuk pekerjaan galian dan pengecoran dapat digunakan sepatu karet biasa
· Sepatu untuk pekerjaan konstruksi lain harus menggunakan sepatu dengan pelindung jari
yang terbuat dari baja, dan anti tergelincir (gamb. 2).
· Catat tanggal pembelian pada buku catatan.
· Masa pakai sepatu paling lama adalah 3 tahun, setelah itu harus diganti baru.
· Cek kondisi sepatu minimal setiap 2 minggu sekali, ganti bila cacat atau rusak.
6. Pelindung Mata
·
Semua pekerja dan orang yang memasuki proyek harus menggunakan pelindung mata.
· Pelindung standar adalah kacamata pengaman Kings KY1151 sesuai standar ANSI
Z.87.1-2010
· Pekerjaan yang berbahaya terhadap mata, seperti pengelasan, pemotongan, dan
gerinda harus menggunakan pelindung mata yang sesuai.
· Pekerjaan pemotongan tiang pancang harus menggunakan pelindung mata
B. Jenis Bahaya yang Terdapat Pada Pekerja
Proses Pembangunan Gedung Bertingkat
Jenis bahaya yang akan dialami pekerja bila pekerja bertindak
tidak aman dan tidak menggunakan APD adalah sebagai berikut:
a.
Kepala terbentur
b.
Anggota tubuh terluka
c.
Terjepit
d.
Gangguan pernafasan
e.
Gangguan penglihatan
f.
Gangguan pendengaran
g.
Terjatuh dari ketinggian
h. Meninggal dunia
C. Penyebab yang mungkin
menyebabkan kecelakaan kerja
a. Kurang disiplinnya pekerja dalam mengikuti SOP
yang ada. Hal ini disebabkan
oleh kelalaian tersendiri oleh para pekerja.
b. Rendahnya kesadaran dan pengetahuan akan
keselamatan kerja yang disebabkan oleh kurang maksimalnya pelaksanaan pelatihan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tentang penggunaan APD. Pelaksanaan
pelatihan tersebut sebetulnya sudah terjadwal, hanya saja target peserta
pelatihan tersebut kurang maksimal dan peserta yang diundang untuk menghadiri
pelatihan tersebut tidak menunjukkan antusiasme untuk menghadiri pelatihan
tersebut sehingga peserta pelatihan yang hadir selalu tidak pernah lengkap.
Tentu saja hal ini berdampak pada tingginya intensitas kemunculan bahaya yang
disebabkan oleh sikap pekerja yang tidak memenuhi persyaratan standard dalam
keselamatan kerja dan prosedur bekerja yang baik sehingga dapat membahayakan
keselamatan dan kesehatan pekerja.
c. Terlalu merasa percaya diri akan kemampuan.
Maksudnya para pekerja terlalu yakin akan kemampuan nya sendiri sehingga sampai
melalaikan APD yang akan menyebabkan kerugian untuk dirinya sendiri.
D.
Cara penanggulangan kecelakaan kerja
a.
Melakukan breafing K3 untuk
mengingatkan pekerja agar selalu menggunakan APD.
b.
Membuat prosedur kerja (SOP) yang baik.
c.
Melakukan pelatihan K3 kepada para
pekerja secara menyeluruh dan berkesinambungan.
E. Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat pada materi ini yaitu APD sangat dibutuhkan pada
pekerja untuk keselamatan pada pekerjaan, APD
yang biasa digunakan pada proses pembangunan gedung bertingkat yaitu Full Body Harness, helm
safety, sepatu safety, kacamata safety dan alat penunjang lainnya seperti
tangga karena tangga menjadi sumber kecelakaan yang paling besar yang
dikarenakan penggunaan
tangga yang tidak tepat, dan juga alat perancah yang menjadi alat penunjang
prioritas dan Perancah
harus dipasang oleh pekerja yang ahli di bawah pengawasan orang yang kompeten
dan perancah telah diperiksa dengan benar sebelum digunakan.
Beberapa jenis kecelakaan yang dialami pekerja jika tidak menggunakan
atau salah penggunaan dalam memakai APD yaitu: Kepala terbentur, Anggota tubuh
terluka, Terjepit, Gangguan pernafasan, Gangguan penglihatan, Gangguan
pendengaran, Terjatuh dari ketinggian dan Meninggal dunia
Penyebab kecelakaan kerja pada pekerja yaitu: Kurang disiplinnya pekerja
dalam mengikuti SOP yang ada, Rendahnya kesadaran dan pengetahuan akan
keselamatan kerja dan para pekerja terlalu merasa percaya diri akan kemampuan
sehingga mengabaikan APD dan prosedur SOP yang ada.
Beberapa cara penanggulangan kecelakaan
kerja yaitu : Melakukan breafing K3 sebelum pekerjaan dimulai, membuat SOP
kerja yang baik untuk menghindari kecelakaan kerja, dan melakukan pelatihan K3
pada seluruh pekerja agar pekerja lebih memperhatikan keselamatan dirinya pada
saat melakukan pekerjaan.
Daftar Pustaka
- PENERAPAN PROGRAM K3 PADA PEMBANGUNAN GEDUNG TINGGI DI KOTA PONTIANAK (online), Tersedia: https://media.neliti.com/media/publications/191880-ID-penerapan-program-k3-pada-pembangunan-ge.pdf (07 Oktober 2020)
PROSES PEMBONGKARAN Mesin CNC F13 Mesin yang akan dipakai Bongkar Pasang Mesin yang akan dibongkar pasang kali ini adalah mesin CNC F13. Pem...
-
DAMPAK BENGKEL LAS TERHADAP LINGKUNGAN A. Bengkel Las Bengkel las merupakan salah satu usa...